Loading...

Sarasehan dan Klinik Anak Disabilitas "Aku Bisa Koq"

Administrator 07 November 2013 1298 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI.-Penanganan anak penyandang disabilitas (APD) lewat program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Cimahi harus ditingkatkan. Kader RBM perlu menyisir masyarakat untuk menjaring lebih banyak anak disabilitas yang dapat disentuh lewat program tersebut.

 

Demikian diungkapkan Walikota Cimahi Atty Suharti disela-sela Sarasehan dan Klinik Anak Disabilitas "Aku Bisa Koq" yang digelar di gedung Cimahi Convention Hall (CCH) Jln. Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. "Semakin banyak anak disabilitas yang tersentuh program rehabilitasi," katanya.

 

Kegiatan digelar bekerjasama dengan Save The Children, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Cimahi, didukung IKEA Foundation. Sarasehan diikuti lebih dari 100 anak disabilitas didampingi orangtua, berbagai kegiatan disediakan diantaranya Pojok Anak sebagai tempat anak bermain, menggambar, serta melakukan kegiatan yang mengasah kreativitas anak-anak.

 

Turut dihadirkan, narasumber yang memberi pemahaman tentang Pola Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga, Tumbuh Kembang Anak, Terapi Wicara, Okupasi Terapi, serta Fisioterapi. Dalam kegiatan tersebut, juga hadir Save The Children perwakilan Taiwan yang berbagi metode terapi dan pola asuh kepada orangtua.

 

Dengan pelatihan bagi orangtua, mereka bisa menangani anak disabilitas dengan lebih baik. "Agar ada peningkatan kemampuan bagi anak-anak. Pengasuhan yang baik merupakan hak asasi setiap anak," ucapnya.

 

Hal serupa diungkapkan Program Director Save The Children Indonesia John Lundine. "Menjadi program untuk memfasilitasi pengasuhan anak dengan disabilitas berbasis keluarga. Agar anak-anak menyuarakan semangat untuk berkembang dan berkarya terlepas dari kebutuhan khususnya," tuturnya. (NF)